MPLS dan LDKS SMK Ahmad Yani Jabung Tanamkan Karakter Peserta Didik Baru Melalui 7KAIH dan Budaya UNGU
Jabung – SMK Ahmad Yani Jabung kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter generasi muda melalui penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilanjutkan dengan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) bagi peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai 6 hingga 11 Juli 2026, tersebut menjadi momentum awal bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sebagai bekal dalam menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan.
Mengusung tema 7KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) dan budaya sekolah UNGU (prodUktif saNtun aGamis berbUdaya), kegiatan ini dirancang sebagai proses pembentukan karakter yang menitikberatkan pada sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan jiwa kepemimpinan.
Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, para peserta memperoleh beragam materi yang dirancang untuk membantu proses adaptasi di lingkungan sekolah. Materi tersebut meliputi pengenalan lingkungan sekolah, budaya sekolah, visi dan misi, tata tertib, pembentukan karakter melalui 7KAIH dan budaya UNGU, wawasan kebangsaan, pengenalan kurikulum, strategi belajar efektif, literasi digital, bahaya judi online dan penyalahgunaan NAPZA, adab dalam menuntut ilmu, kepedulian sosial dan lingkungan, hingga pengenalan Profil Lulusan SMK yang berorientasi pada Bekerja, Melanjutkan Pendidikan, dan Berwirausaha (BMW).
Setiap materi disampaikan oleh narasumber yang kompeten melalui metode interaktif sehingga peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif berdiskusi, bertanya, dan menyampaikan pendapat. Beragam permainan edukatif, simulasi, studi kasus, refleksi kelompok, serta aktivitas kolaboratif turut melengkapi proses pembelajaran sehingga suasana kegiatan berlangsung lebih menarik, menyenangkan, dan bermakna.
Selain menerima materi di dalam ruangan, para siswa baru juga diajak mengenal berbagai fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, laboratorium komputer maupun laboratorium praktik sesuai kompetensi keahlian, ruang layanan, hingga sarana pendukung lainnya. Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai lingkungan sekolah sehingga mampu menumbuhkan rasa nyaman, aman, dan rasa memiliki terhadap sekolah sebagai tempat mereka menimba ilmu selama tiga tahun ke depan.
Penguatan sikap menjadi fokus utama selama kegiatan berlangsung. Melalui implementasi 7KAIH, peserta dibiasakan untuk menerapkan berbagai kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Sementara itu, budaya UNGU mengajarkan pentingnya menjadi pribadi yang prodUktif, memiliki etika dan sikap saNtun, menjunjung tinggi nilai-nilai aGamis, serta mampu menjaga dan melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
Tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, sekolah juga memberikan perhatian terhadap perkembangan jiwa sosial peserta didik. Materi mengenai kepedulian sosial dan lingkungan mengajak peserta untuk memiliki rasa empati terhadap sesama, membangun budaya gotong royong, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta membiasakan perilaku yang bertanggung jawab sebagai bagian dari warga sekolah.
Sebagai kelanjutan dari MPLS, seluruh peserta mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang dilaksanakan di Wana Wisata Winong Camp Ground. Pemilihan lokasi di alam terbuka memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus menjadi media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, dan penyelesaian masalah.

Gambar 1. kegiatan PBB bersama Koramil Wajak
Sejumlah kegiatan outbound, dinamika kelompok, simulasi kepemimpinan, permainan strategi, serta tantangan lapangan menjadi bagian dari pelaksanaan LDKS. Setiap peserta didorong untuk mampu mengambil keputusan secara tepat, bekerja sama dalam tim, mengelola konflik, mengembangkan rasa percaya diri dalam menghadapi beragam tantangan, serta memperkuat rasa persaudaraan. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), peserta tidak hanya memahami konsep kepemimpinan secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung dalam berbagai situasi. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik dalam membangun budaya belajar yang positif selama berada di SMK Ahmad Yani Jabung.
Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh warga sekolah. Kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, panitia pelaksana, pengurus OSIS, serta seluruh pihak yang terlibat bekerja sama untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Antusiasme peserta didik yang tinggi juga menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan tersebut.
Melalui pelaksanaan MPLS dan LDKS, SMK Ahmad Yani Jabung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga memiliki integritas tinggi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penanaman nilai-nilai 7KAIH dan budaya UNGU diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia, produktif, santun, religius, serta berbudaya.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat menjadi langkah awal bagi peserta didik baru dalam memulai perjalanan pendidikan di SMK Ahmad Yani Jabung. Para peserta diharapkan mampu berkembang menjadi generasi yang berprestasi, berdaya saing, serta siap memberikan kontribusi positif bagi sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara.
"Karakter adalah fondasi setiap prestasi. Melalui 7KAIH dan budaya UNGU, SMK Ahmad Yani Jabung membentuk generasi yang produktif, santun, agamis, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan."