Berita & Kegiatan

Informasi terbaru seputar aktivitas SMK Ahmad Yani Jabung

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, YPI Ahmad Yani Hadirkan Semangat Nasionalisme melalui Paskibraka, Korsik, dan Penampilan Kolosal
Terbaru
16 August 2026

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, YPI Ahmad Yani Hadirkan Semangat Nasionalisme melalui Paskibraka, Korsik, dan Penampilan Kolosal

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, YPI Ahmad Yani turut mengambil bagian dalam pelaksanaan upacara peringatan 17 Agustus dengan melibatkan berbagai unsur dari SMK Ahmad Yani. Kehadiran Paskibraka serta Korsik dari Marching Band SMK Ahmad Yani An Naghma Gazania menjadi bagian penting dalam menghadirkan suasana upacara yang tertib, khidmat, sekaligus semarak.Peringatan Hari Kemerdekaan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengenang kembali perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Upacara menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus sarana menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang arti penting persatuan, pengorbanan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap tanah air.Sejak tahap persiapan, para anggota yang terlibat telah menjalani berbagai latihan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Latihan mencakup pembentukan barisan, ketepatan gerakan, koordinasi antarpersonel, kesiapan musikal, hingga pemantapan tugas sesuai peran masing-masing. Seluruh proses tersebut membutuhkan konsistensi, kedisiplinan, dan komitmen karena setiap unsur memiliki tanggung jawab yang saling berkaitan.Paskibraka SMK Ahmad Yani, Garda Pengibar Sang Merah PutihDalam pelaksanaan upacara, Paskibraka SMK Ahmad Yani mendapatkan amanah untuk menjalankan tugas sebagai bagian dari petugas pengibar bendera. Tugas tersebut membutuhkan ketelitian, ketenangan, kesiapan fisik, serta koordinasi yang matang karena setiap tahapan dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih harus dilaksanakan dengan tepat.Dengan langkah yang teratur dan gerakan yang terukur, para anggota Paskibraka melaksanakan tugasnya di hadapan peserta upacara. Setiap gerakan yang ditampilkan merupakan hasil dari latihan yang dilakukan secara berulang untuk membangun kekompakan, ketepatan, dan kesiapan dalam menjalankan amanah.Bagi para anggota Paskibraka, kesempatan tersebut bukan hanya menjadi bagian dari tugas upacara, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam membentuk karakter. Mereka belajar untuk menjaga sikap, konsentrasi, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab ketika membawa nama sekolah dalam sebuah momentum nasional.Korsik Mengiringi Khidmatnya UpacaraSuasana upacara semakin terasa dengan kehadiran Korsik Marching Band SMK Ahmad Yani An Naghma Gazania yang memberikan dukungan musikal dalam rangkaian kegiatan. Musik memiliki peran penting dalam sebuah upacara karena mampu membangun suasana, memperkuat nuansa khidmat, sekaligus memberikan tanda pada sejumlah prosesi.Para personel Korsik dituntut memiliki kepekaan terhadap tempo, ketepatan ritme, kekompakan permainan, serta kemampuan mengikuti jalannya acara. Keselarasan antara satu instrumen dengan instrumen lainnya menjadi hal penting agar setiap lagu dan iringan dapat terdengar teratur serta sesuai dengan rangkaian upacara.Di balik penampilan tersebut terdapat proses latihan yang membutuhkan ketekunan. Setiap anggota harus memahami bagian masing-masing sekaligus mampu mendengarkan dan menyesuaikan permainan dengan anggota lainnya. Dari proses tersebut terbentuk sebuah permainan musik yang tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi juga mengutamakan kerja sama dan keseimbangan dalam satu kelompok.Kehadiran Korsik menjadi salah satu bentuk kontribusi siswa SMK Ahmad Yani dalam mendukung kegiatan resmi sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan bermusik dalam suasana yang sarat dengan nilai kebangsaan.An Naghma Gazania Hadirkan Semangat melalui Penampilan Marching BandKemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan RI juga semakin terasa melalui penampilan Marching Band SMK Ahmad Yani An Naghma Gazania. Dengan memadukan unsur musik, ritme, gerakan, dan kekompakan, penampilan marching band menjadi salah satu bagian yang memberikan warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan.An Naghma Gazania menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menunjukkan hasil dari proses latihan yang telah mereka jalani. Dentuman perkusi, permainan instrumen, serta perpaduan antarbagian menciptakan atmosfer yang lebih dinamis tanpa menghilangkan nuansa peringatan yang menjadi inti kegiatan.Dalam sebuah penampilan marching band, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memainkan alat musik. Setiap anggota harus memahami posisi, menjaga tempo, memperhatikan aba-aba, dan menyesuaikan diri dengan keseluruhan kelompok. Hal tersebut menjadikan marching band sebagai kegiatan yang mengajarkan keseimbangan antara keterampilan individu dan kepentingan bersama.Tampil dalam momentum peringatan kemerdekaan juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para anggota An Naghma Gazania. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan hasil kerja keras sekaligus belajar membangun kepercayaan diri ketika tampil di hadapan peserta upacara dan masyarakat.Dari Latihan Menjadi PengalamanKeterlibatan siswa dalam kegiatan 17 Agustus memberikan pengalaman yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas. Mereka belajar menghadapi situasi nyata, bekerja dalam satu tim, mengikuti arahan, menyelesaikan tugas sesuai tanggung jawab, serta menjaga nama baik sekolah dan lembaga yang diwakili.Persiapan menuju hari pelaksanaan juga menjadi proses yang mempertemukan berbagai karakter, kemampuan, dan tanggung jawab. Ada yang bertugas menjaga barisan, memainkan instrumen, memimpin kelompok, memastikan formasi tetap teratur, hingga mendukung berbagai kebutuhan teknis selama kegiatan berlangsung.Setiap peran memiliki fungsi masing-masing. Ketika seluruh bagian mampu menjalankan tugasnya dengan baik, terciptalah sebuah rangkaian kegiatan yang berjalan secara terkoordinasi.Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi para siswa bahwa sebuah keberhasilan tidak selalu lahir dari satu individu. Ada kerja keras banyak orang yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi memiliki peran besar dalam menentukan hasil akhir.Mengisi Kemerdekaan melalui Potensi dan KaryaPeringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di lingkungan YPI Ahmad Yani menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki ruang yang luas untuk mengisi kemerdekaan. Kontribusi terhadap bangsa tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Pendidikan, prestasi, kedisiplinan, kreativitas, kepedulian sosial, serta keberanian untuk mengambil peran di lingkungan sekitar merupakan bagian dari upaya mengisi kemerdekaan.Paskibraka memberikan ruang untuk membangun kedisiplinan dan tanggung jawab. Korsik menjadi sarana untuk melatih kepekaan, ketepatan, serta kemampuan bekerja secara harmonis. Sementara An Naghma Gazania menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas, musikalitas, dan keberanian dalam menampilkan karya.Ketiganya memiliki karakter kegiatan yang berbeda, tetapi dipertemukan dalam satu tujuan: memberikan kontribusi dalam peringatan kemerdekaan sekaligus membentuk generasi muda yang aktif dan berkarakter.Melalui kegiatan tersebut, YPI Ahmad Yani tidak hanya menghadirkan rangkaian upacara, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan potensi dan mengambil bagian dalam kegiatan yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, dan kebangsaan.Merawat Semangat Merah PutihKemerdekaan yang diwariskan oleh para pendahulu bangsa membawa tanggung jawab bagi generasi setelahnya untuk menjaga persatuan dan terus memberikan kontribusi bagi Indonesia. Karena itu, semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata yang sesuai dengan peran generasi muda saat ini.Melalui pendidikan dan kegiatan kesiswaan, para pelajar dapat belajar menjadi generasi yang memiliki karakter, kemampuan, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Kegiatan seperti Paskibraka, Korsik, dan marching band menjadi salah satu ruang untuk menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pengalaman langsung.Peringatan 17 Agustus pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah upacara yang berlangsung dalam satu hari. Di baliknya terdapat latihan, persiapan, disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian para siswa untuk mengambil peran.Dari lapangan upacara, dari barisan Paskibraka, dari setiap irama Korsik, hingga semarak penampilan An Naghma Gazania, semangat Merah Putih kembali digaungkan.Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya untuk dikenang, tetapi juga harus diisi dengan karya dan tindakan positif. Generasi muda memiliki kesempatan untuk meneruskan cita-cita bangsa melalui bidang yang mereka tekuni, termasuk pendidikan, seni, organisasi, olahraga, maupun berbagai kegiatan sosial.https://www.instagram.com/reel/DcFpKwJp75Z/?igsh=MXFja291cjRkaWM3NA==YPI Ahmad Yani bersama SMK Ahmad Yani terus melangkah, berkarya, dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi insan yang berkarakter, kreatif, disiplin, bertanggung jawab, serta siap memberikan kontribusi bagi Indonesia.Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia!Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!Terus berkarya untuk Indonesia, terus melangkah bersama YPI Ahmad Yani.

Project Showcase 7KAIH SMK Ahmad Yani Jabung: Dari Proses Belajar Menuju Panggung Karya
Terbaru
08 August 2026

Project Showcase 7KAIH SMK Ahmad Yani Jabung: Dari Proses Belajar Menuju Panggung Karya

Jabung – SMK Ahmad Yani Jabung kembali menghadirkan inovasi pembelajaran melalui kegiatan Project Showcase Semester Pendek 7KAIH. Kegiatan ini menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan kreativitas, kolaborasi, komunikasi, tanggung jawab, serta kemampuan menyajikan hasil belajar dalam bentuk karya dan penampilan yang menarik.Project Showcase tidak dipersiapkan dalam waktu singkat. Rangkaian persiapan telah dimulai sejak 13 Juli 2026 melalui beberapa kali pertemuan dan proses pembelajaran berbasis proyek. Selama proses tersebut, murid bersama guru merancang ide, menentukan konsep, membagi tugas, mengembangkan karya, menyiapkan media, melakukan latihan, hingga melakukan berbagai penyempurnaan sebelum karya ditampilkan kepada warga sekolah.Cinema 1: Nilai, Kreativitas, dan Jiwa EntrepreneurshipRangkaian Project Showcase menghadirkan Cinema 1 sebagai ruang penyajian proyek yang menggabungkan nilai, kreativitas, dan keterampilan.PAI mengangkat tema “Media Sosial Berkah”. Melalui proyek ini, murid diajak memahami bagaimana media sosial dapat digunakan secara positif, bijak, dan memberikan manfaat. Murid tidak hanya belajar mengenai etika bermedia sosial, tetapi juga bagaimana menyebarkan konten yang membawa pesan kebaikan.Sementara itu, Bisnis Digital menghadirkan “Junior Entrepreneurship”. Proyek ini memberikan pengalaman kepada murid untuk mengenal dunia kewirausahaan sejak dini, mulai dari menemukan ide, mengembangkan produk, menentukan strategi pemasaran, hingga membangun komunikasi dengan konsumen.Melalui Cinema 1, murid belajar bahwa pengetahuan dan nilai yang diperoleh di kelas dapat dikembangkan menjadi sebuah karya dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka.Cinema 2: Etika dan Kampanye DigitalSelanjutnya, Cinema 2 menghadirkan proyek yang berfokus pada karakter, etika, kewarganegaraan, serta pemanfaatan media digital.Kokurikuler mengangkat tema “Etika Siswa di Sekolah”. Proyek ini mengajak murid untuk merefleksikan sikap, perilaku, tata krama, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai bagian dari lingkungan sekolah.Sementara itu, PKN menghadirkan “Media Kampanye Digital”. Melalui proyek tersebut, murid belajar memanfaatkan teknologi dan media digital sebagai sarana menyampaikan pesan positif, membangun kepedulian, serta menumbuhkan kesadaran sebagai warga sekolah dan masyarakat.Cinema 2 menunjukkan bahwa kecakapan digital perlu berjalan beriringan dengan etika, karakter, tanggung jawab, dan kesadaran sebagai warga negara.Interactive Arena: Ruang Karya dan Eksplorasi MuridSetelah menjelajahi Cinema 1 dan Cinema 2, pengunjung akan menemukan Interactive Arena, sebuah ruang yang menjadi tempat berbagai komunitas belajar menghadirkan karya dan aktivitas pembelajaran secara lebih interaktif.Setiap Kombel memiliki tema dan karakter karya masing-masing.🎨 Kombel PJOK, Seni, dan Bahasa Jawa — “Pohon 7KAIH”Kolaborasi PJOK, Seni, dan Bahasa Jawa menghadirkan “Pohon 7KAIH”, sebuah karya yang memadukan nilai kebiasaan baik, kreativitas seni, aktivitas fisik, dan unsur budaya lokal.Melalui karya ini, murid diajak melihat bahwa kebiasaan baik dapat tumbuh dan berkembang seperti sebuah pohon. Setiap bagian memiliki makna dan menjadi representasi dari nilai-nilai yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Keterlibatan Bahasa Jawa juga memberikan sentuhan budaya lokal sehingga karya tidak hanya edukatif, tetapi sekaligus menjadi ruang untuk menjaga dan mengenalkan budaya kepada generasi muda.🕌 Kombel LPBS — “Produk Halal Campaign”Kombel LPBS menghadirkan “Produk Halal Campaign”, sebuah proyek yang mengajak murid mengenal pentingnya produk halal sekaligus menyampaikan informasi tersebut melalui kampanye yang kreatif.Murid belajar mengenali produk, mengolah informasi, menyusun pesan kampanye, dan menyampaikannya kepada pengunjung dengan cara yang komunikatif.Proyek ini menjadi contoh bagaimana pembelajaran dapat diarahkan pada kemampuan murid untuk mengedukasi, berkomunikasi, dan membangun kesadaran masyarakat.💻 Kombel TKJ — “Komik Edukatif”Kombel TKJ menghadirkan Komik Edukatif, yang memanfaatkan kekuatan visual dan teknologi sebagai media pembelajaran.Melalui komik, murid belajar mengemas informasi atau pesan edukatif menjadi cerita yang menarik, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.Karya ini sekaligus menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk mengakses informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana menciptakan dan menyampaikan informasi secara kreatif.📐 Kombel Matematika — “Math Exploration Zone”Kombel Matematika menghadirkan Math Exploration Zone, sebuah ruang eksplorasi yang menunjukkan bahwa matematika dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan.Beberapa karya yang ditampilkan meliputi:Batik Geometri — mengeksplorasi hubungan antara matematika, pola, geometri, seni, dan budaya.Statistika dalam Angka — mengajak pengunjung memahami bagaimana data dapat dikumpulkan, diolah, dan disajikan menjadi informasi yang bermakna.Bangun Ruang — menghadirkan eksplorasi konsep bangun tiga dimensi melalui bentuk dan objek nyata.Tokoh Matematika Dunia — mengenalkan tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan matematika.Pengunjung tidak hanya melihat hasil karya, tetapi juga diajak mengamati, menjawab pertanyaan, mengeksplorasi konsep, dan berinteraksi dengan berbagai aktivitas matematika.Dengan demikian, Interactive Arena menjadi ruang yang memperlihatkan bagaimana setiap Kombel memiliki cara masing-masing dalam mengubah pembelajaran menjadi pengalaman yang menarik.Menuju Puncak FestivalSetelah melalui rangkaian persiapan yang dimulai sejak 13 Juli 2026, seluruh kegiatan Project Showcase mencapai puncaknya pada Kamis, 13 Agustus 2026 di Kampus 2 SMK Ahmad Yani Jabung melalui Festival Puncak Project Showcase.Festival menjadi momentum bagi murid untuk menampilkan hasil proses belajar mereka dalam suasana yang lebih meriah dan apresiatif.Berbagai kegiatan akan meramaikan festival, yaitu:🛍️ Bazar🎭 Penampilan Drama🎤 Story Telling📝 Pembacaan PuisiBazar menjadi ruang bagi murid untuk mempraktikkan keterampilan kewirausahaan. Sementara drama, story telling, dan puisi menjadi ruang bagi murid untuk mengekspresikan ide, kreativitas, dan pesan melalui seni pertunjukan.Bukan Sekadar PameranProject Showcase 7KAIH bukan sekadar kegiatan pameran atau pertunjukan. Di balik setiap karya terdapat proses belajar yang panjang.Murid belajar merencanakan, berdiskusi, berkolaborasi, memecahkan masalah, menerima masukan, melakukan perbaikan, hingga berani menunjukkan hasil karyanya.Guru berperan sebagai pendamping dan fasilitator, memberikan ruang kepada murid untuk mengambil peran dan bertanggung jawab terhadap proses maupun hasil proyek.Rangkaian kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pembelajaran dapat hadir dalam berbagai bentuk: film, kampanye digital, kewirausahaan, karya seni, budaya, teknologi, matematika, hingga pertunjukan.Dari Proses, Menjadi PrestasiRangkaian Project Showcase 7KAIH yang dimulai sejak 13 Juli 2026 dan berpuncak pada 13 Agustus 2026 menjadi perjalanan yang mempertemukan pembelajaran, kreativitas, seni, teknologi, budaya, kewirausahaan, karakter, dan kolaborasi dalam satu rangkaian kegiatan.Lebih dari sekadar memamerkan karya, kegiatan ini menjadi ruang bagi murid untuk menunjukkan bahwa ide dapat diwujudkan menjadi karya, pembelajaran dapat menjadi pengalaman, dan proses dapat menjadi sesuatu yang layak dibanggakan.Melalui Project Showcase, SMK Ahmad Yani Jabung terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, kreatif, dan berorientasi pada pengalaman nyata murid.Project Showcase 7KAIH bukan hanya tentang apa yang dipamerkan, tetapi tentang proses panjang di balik setiap karya: belajar, mencoba, bekerja sama, berkreasi, dan akhirnya berani menunjukkan hasilnya.Belajar. Berkarya. Berkolaborasi. Menginspirasi.SMK Ahmad Yani Jabung — Bersama Menciptakan Pembelajaran yang Bermakna.

MPLS dan LDKS SMK Ahmad Yani Jabung Tanamkan Karakter Peserta Didik Baru Melalui 7KAIH dan Budaya UNGU
Terbaru
19 July 2026

MPLS dan LDKS SMK Ahmad Yani Jabung Tanamkan Karakter Peserta Didik Baru Melalui 7KAIH dan Budaya UNGU

Jabung – SMK Ahmad Yani Jabung kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter generasi muda melalui penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilanjutkan dengan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) bagi peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai 6 hingga 11 Juli 2026, tersebut menjadi momentum awal bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sebagai bekal dalam menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan.Mengusung tema 7KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) dan budaya sekolah UNGU (prodUktif saNtun aGamis berbUdaya), kegiatan ini dirancang sebagai proses pembentukan karakter yang menitikberatkan pada sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan jiwa kepemimpinan.Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, para peserta memperoleh beragam materi yang dirancang untuk membantu proses adaptasi di lingkungan sekolah. Materi tersebut meliputi pengenalan lingkungan sekolah, budaya sekolah, visi dan misi, tata tertib, pembentukan karakter melalui 7KAIH dan budaya UNGU, wawasan kebangsaan, pengenalan kurikulum, strategi belajar efektif, literasi digital, bahaya judi online dan penyalahgunaan NAPZA, adab dalam menuntut ilmu, kepedulian sosial dan lingkungan, hingga pengenalan Profil Lulusan SMK yang berorientasi pada Bekerja, Melanjutkan Pendidikan, dan Berwirausaha (BMW).Setiap materi disampaikan oleh narasumber yang kompeten melalui metode interaktif sehingga peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif berdiskusi, bertanya, dan menyampaikan pendapat. Beragam permainan edukatif, simulasi, studi kasus, refleksi kelompok, serta aktivitas kolaboratif turut melengkapi proses pembelajaran sehingga suasana kegiatan berlangsung lebih menarik, menyenangkan, dan bermakna.Selain menerima materi di dalam ruangan, para siswa baru juga diajak mengenal berbagai fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, laboratorium komputer maupun laboratorium praktik sesuai kompetensi keahlian, ruang layanan, hingga sarana pendukung lainnya. Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai lingkungan sekolah sehingga mampu menumbuhkan rasa nyaman, aman, dan rasa memiliki terhadap sekolah sebagai tempat mereka menimba ilmu selama tiga tahun ke depan.Penguatan sikap menjadi fokus utama selama kegiatan berlangsung. Melalui implementasi 7KAIH, peserta dibiasakan untuk menerapkan berbagai kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Sementara itu, budaya UNGU mengajarkan pentingnya menjadi pribadi yang prodUktif, memiliki etika dan sikap saNtun, menjunjung tinggi nilai-nilai aGamis, serta mampu menjaga dan melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.Tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, sekolah juga memberikan perhatian terhadap perkembangan jiwa sosial peserta didik. Materi mengenai kepedulian sosial dan lingkungan mengajak peserta untuk memiliki rasa empati terhadap sesama, membangun budaya gotong royong, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta membiasakan perilaku yang bertanggung jawab sebagai bagian dari warga sekolah.Sebagai kelanjutan dari MPLS, seluruh peserta mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang dilaksanakan di Wana Wisata Winong Camp Ground. Pemilihan lokasi di alam terbuka memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus menjadi media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, dan penyelesaian masalah.Gambar 1. kegiatan PBB bersama Koramil WajakSejumlah kegiatan outbound, dinamika kelompok, simulasi kepemimpinan, permainan strategi, serta tantangan lapangan menjadi bagian dari pelaksanaan LDKS. Setiap peserta didorong untuk mampu mengambil keputusan secara tepat, bekerja sama dalam tim, mengelola konflik, mengembangkan rasa percaya diri dalam menghadapi beragam tantangan, serta memperkuat rasa persaudaraan. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), peserta tidak hanya memahami konsep kepemimpinan secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung dalam berbagai situasi. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik dalam membangun budaya belajar yang positif selama berada di SMK Ahmad Yani Jabung.Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh warga sekolah. Kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, panitia pelaksana, pengurus OSIS, serta seluruh pihak yang terlibat bekerja sama untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Antusiasme peserta didik yang tinggi juga menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan tersebut.Melalui pelaksanaan MPLS dan LDKS, SMK Ahmad Yani Jabung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga memiliki integritas tinggi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penanaman nilai-nilai 7KAIH dan budaya UNGU diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia, produktif, santun, religius, serta berbudaya.Rangkaian kegiatan yang berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat menjadi langkah awal bagi peserta didik baru dalam memulai perjalanan pendidikan di SMK Ahmad Yani Jabung. Para peserta diharapkan mampu berkembang menjadi generasi yang berprestasi, berdaya saing, serta siap memberikan kontribusi positif bagi sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara."Karakter adalah fondasi setiap prestasi. Melalui 7KAIH dan budaya UNGU, SMK Ahmad Yani Jabung membentuk generasi yang produktif, santun, agamis, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan."